4

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Goresan Pena Sang Penulis -blogsitaufik.blogspot.comBlog Si Taufik | Goresan Pena Sang Penulis,”Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi" (Helvy Tiana Rosa). Menjadi penulis fenomenal adalah impian semua orang, begitu juga dengan saya tentunya apalagi naskah kita ikut nangkring di etalase toko buku dalam kategori best-seller dan bersanding nama dengan penulis sekaliber Habiburrahman El Shirazi yang beberapa mahakaryanya terkenal dengan novel pembangun jiwa, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih yang sudah difilmkan. Andrea Hirata dengan novel andalannya Laskar Pelangi. Darwis Tere Liye pemilik novel Bidadari-Bidadari Surga, Hafalan Shalat Delisa, dan Moga Bunda Disayang Allah, atau penulis-penulis handal dunia sekelas JK Rowling dengan serial Herry Potternya yang fenomenal. Selain JK Rowling masih banyak penulis-penulis handal dunia lainnya, yaitu novelis John Grisham dengan novel pertamanya A Time to Kill. Baru-baru ini kita juga mulai mengenal nama Kathryn Stockett, novelnya berjudul The Help terjual dengan jumlah yang sangat fantastis yaitu lebih dari lima juta kopi hingga tahun ini, The Help mulai diterbitkan pada tahun 2009. Atau penulis sekelas Dan Brown dengan karyanya The Da Vinci Code.

Mendengar nama-nama besar penulis Indonesia dan penulis dunia di atas, tentu membuat kita ingin memiliki karya seperti karya mereka, yang kesemuanya masuk dalam kategori best-seller dan dicintai pembaca, namun untuk mendapatkan semua itu, tentu mereka harus berpeluh-peluh terlebih dahulu, banting tenaga, peras pikiran, dan menyita banyak waktu hanya satu tujuan, sukses dengan karya yang digarap.

Jika sudah seperti itu, segala perjuangannya akan terbayar tuntas, peluh yang tadinya menetes deras kering seketika, ketika namanya tertera di sampul buku dan nangkring manis di etalase toko buku. Tentu, niat awal mereka menulis bukan semata-mata mengejar kepuasan finansialnya saja, materi yang diterima merupakan bonus yang mereka dapatkan dari apa yang mereka kerjakan, yang jelas seorang penulis sejati akan terasa puas dan merasa lega jika sudah menyelesaikan sebuah karya, ada kepuasan batin tersendiri yang tidak mungkin diungkapkan dengan kata-kata jika tulisan mereka diterbitkan dan diterima pasar atau pembaca.

 

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.
-Seno Gumira Ajidarma-

 

Lalu, bagaimana dengan naskah yang sudah susah payah Anda tulis, akhirnya hanya mendekam di dalam folder laptop? Tidak berani menerbitkan dengan alasan takut ditolak. Jika anda masih beranggapan seperti itu berarti anda kalah sebelum bertanding. Perlu saya tegaskan, penolakan adalah salah satu bagian dari kehidupan seorang penulis, siapa pun yang ingin jadi penulis tentu mengalami yang namanya penolakan. Penolakan tidak mungkin bisa dipisahkan dari kehidupan seorang penulis. Jangan jadi penulis jika takut ditolak, mungkin kalimat itu tepat diungkapkan untuk yang takut penolakan.

writing-with-pena -blogsitaufik.blogspot.comPenolakan merupakan awal dari perjuangan merintis karir Anda di dunia kepenulisan. Itu yang akan menjadi tolak ukur naskah anda akan best-seller, jika semakin banyak terjadi penolakan maka semakin hebat naskah anda, karena seiring dengan banyaknya penolakan semakin banyak yang akan anda revisi, secara tidak langsung. Redaktur sudah mengajak anda terus belajar, otomatis naskah anda akan semakin bermutu dan berkelas, asalkan jangan langsung memfonis bahwa tulisan Anda paling buruk, karena tidak ada tulisan yang buruk di dalam dunia ini, selama tulisan Anda di dalam koredor yang beretika dan bermoral pasti akan membuahkan hasil yang baik. Hanya saja, semua itu membutuhkan waktu dan proses, juga awal dari mencicipi manis, asin, asamnya kehidupan penulis. Bukankah seseorang akan semakin berambisi akan impiannya jika ia keseringan terjatuh dan terjerembab? Semakin banyak terjatuh, semakin banyak ejekan dan cercaan, semakin tinggi semangat dalam mengejar mimpi-mimpinya.

Memang tak ada yang mudah di dunia ini. Seharusnya anda bersyukur dengan kenikmatan yang anda peroleh, jangan suka mengeluh dengan keadaan yang sempit. Cobalah sering-sering menglihat ke bawah dalam urusan duniamu, maka kamu akan semakin bersyukur. Dan sering-seringlah menglihat ke atas dalam urusan ibadahmu atau akhiratmu niscaya kamu akan semakin kerdil dengan amaliyah yang kamu kerjakan. Janganlah menulis karena ingin mendapatkan materi dan populeralitas semata, tapi menulislah untuk panggilan jiwa yang haus dalam berdakwah. Niatkan tulisan anda sebagai naskah dakwah yang akan memotifasi semangat insan yang awam dalam berilmu. Niscaya jika anda melakukan semata-mata karena ibadah, tentu tidak akan pernah merasa takut dengan penolakan.

 

Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri
-stephen king-

 

Sejatinya kita sebagai penulis awam atau pemula, tentu harus banyak-banyak belajar dari pengalaman-pengalaman penulis yang sudah memiliki nama besar dengan karya-karyanya yang fenomenal. Sebuah nama akhir-akhir ini muncul dalam jajaran penulis dunia, Kathryn Stocket novel andalannya The Help. Kathryn memulai menulis novel itu pada tahun 2001 dan diselesaikan pada tahun 2006, lalu Kathryn mulai book -blogsitaufik.blogspot.commenawarkan naskahnya ke sebuah penerbit melalui agen, ternyata tawaran pertama ditolak, ia mulai merevisi naskahnya dan mengajukan ke penerbit yang lain, lagi-lagi ditolak, hingga penolakan ke 60. Saat itu Kathryn sangat yakin dan percaya diri kalau naskahnya sangat bagus dan layak dibaca oleh semua orang. Setelah Kathryn melahirkan, lagi-lagi ia melakukan revisi naskahnya, namun semangatnya tak pernah kendur meskipun naskahnya melanglang buana selama tiga tahun setengah dalam penolakan. Ia bersikukuh tetap menawarkan naskahnya ke penerbit lain, alhasil penawarannya yang ke 61 membuahkan hasil. The Help akhirnya diterbitkan oleh penerbit Amy Einhorn Books. Tahun 2009 novel The Help menjadi novel best-seller di Amerika dengan penjualan tertinggi lebih dari lima juta kopi hingga tahun ini. Begitu juga dengan penulis JK Rowling yang paling fenomenal dengan serial novel best-seller Harry Potter. 14 penerbit menolak naskahnya, tentu kita tahu sekarang bagaimana nasib Harry Potter? Luar biasa.

Selain nama JK Rowling, hal yang sama juga dialami oleh penulis novel A Time to Kill yaitu John Grisham. Ia mampu melewati empat puluh lima kali penolakan sebelum novelnya nangkring di etalase toko buku berkategori best-seller. Dari pengalaman-pengalaman penulis handal di atas, tentu kita dapat memetik pelajaran yang paling berharga. Percaya diri dan tekat yang bulat adalah modal utama dalam merintis karir.

 

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
-Pramoedya Ananta Toer-

 

Selain itu, patokan dalam menerbitkan sebuah karya bukan hanya menawarkan naskahnya ke penerbit mayor saja. Jangan terlalu memburu penerbit bernama, karena kesuksesan bukan terletak pada penerbitnya, jika naskah anda bagus, apapun penerbitnya, pasar pasti akan mencari karya anda. Salah-satu alternatif cukup dikenal yaitu self-Publishing atau menerbitkan buku secara Indie, namun sepertinya masih sedikit minat para penulis untuk menerbitkan bukunya secara indie. Padahal eksitensi Self-Publishing di dunia penerbitan sudah menjadi trend, dan penawaran yang relatif lebih murah ketimbang menerbitkan buku secara mayor. Banyak penerbit Indie yang menyediakan pelayanan penerbitan tanpa banyak syarat dan ketentuan-ketentuan. Salah satunya Rasibook, banyak buku-buku yang sudah diterbitkan pada penerbit Rasibook dan tentu tak terlepas dari perhatian kualitas kertas, desain layout dan cover. Rasibook tidak asal-asalan dalam menerbitkan buku, terjamin dan sekaligus menarik minat pasar.

Banyak penulis ternama yang sudah Berjaya dengan Self-Publishing, diantaranya Dee Lestari, Asma Nadia. Banyak masyarakat yang menyukai karya-karya mereka, jadi, tak ada alasan lagi untuk anda yang bermimpi memiliki buku sendiri, banyak jalan terbentang dihadapan anda tinggal pilih dan menjalankannya. Terus selesaikan naskah anda, lalu tawarkan ke Self-Publishing Rasibook. Tak ada lagi kata takut ditolak. Selamat mencoba.

 

Hari ini aku menulis untuk waktu yang ingin kukembalikan dari masa lampau dan waktu yang ingin kudapatkan di masa depan
-Wawan Kurn-


Sekian dulu cobt ulasan mengenai Goresan Pena Sang Penulis, semoga dapat memberi motivasi dan inspirasi untuk terus semangat dalam berkarya dan menghasilkan karya, dan ingat kata mantan Presiden kita Bapak Soekarno, Beliau mengatakan “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit... Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”, terus semagat cobt, percayalah pada janji-janji Allah, usaha yang tekun dan doa yang rajin merupakan modal utama yang harus dimiliki, Insyaallah kesuksesan akan menghampiri. Terimakasih.

Selamat Mencoba & Semoga Bermanfaat
“ Tinggalkan Sebuah Komentar Anda Berupa Kritik/Saran Yang Bersifat Membangun”

Wassalam

Post a Comment Blogger

  1. menulis itu ibarat melukis... pena / keyboard sebagai kuasnya...kertas / layar komp sebagai kanvasnya = Tulisan adalah lukisannya... Jadi menulis dapat juga dikatakan sebagai Seni :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya cobt, menulis adalah sebuah karya yang memang paling indah. :D

      Delete

 
Top