0

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Manusia Serigala (Part 2)

By : Muhshal Misbah

******

Matahari sudah ingin pamit. Saat hari berangsur-angsur menjadi gelap, saat inilah waktu-waktu kegemaran Lien untuk berburu.

Lien mengitari semak-semak. Matanya terus waspada memantau ke sekitarnya.

Lien mendongak ke langit. Cahaya merah pelan-pelan mulai terhapus di kaki langit sebelah barat. Lien menghembuskan nafas berat.

Seekor kelinci hutan keluar dari semak-semak. Kelinci itu mengendus-ngendus seperti mencium sesuatu. Lien menunduk menutupi dirinya dengan rumput liar yang tumbuh memanjang. Tangannya meraba sebongkah batu sementara matanya tak berkedip menyaksikan gerak gerik si kelinci hutan itu.

Ketika menyadari sesuatu yang membahayakannya, Kelinci hutan itu berdiri dengan mengangkat kedua kaki depannya. Tubuhnya tegak sementara kepalanya terus berputar ke kiri dan kanan memperhatikan sekitar. Ia mulai menyadari sepasang mata yang aneh di balik semak-semak sedang memperhatikannya. Dalam sekejap si Kelinci melompat dan mengambil langkah cepat. Lien mengejar dengan sebongkah batu di genggamannya. Kelinci itu menancap gas lebih kencang saat menyadari ada yang mengejarnya. Gerakan langkah Lienpun tidak kalah cepat sehingga ia tidak tertinggal jauh.

Kelinci itu melompat kencang di antara semak-semak dan ranting-ranting yang tajam. Ukuran tubuhnya yang kecil membuat ia dengan mudah melewatinya tanpa terluka.

Lien tidak bisa masuk lebih jauh ke semak-semak yang lebat. Ia berhenti, sementara kelinci itu sudah tak terlihat.

Lien merasa kecewa. Jatah makan malamnya kandas hanya karena ia tidak bisa lebih cepat. Kemudian ia memutuskan untuk pulang karena hari sudah gelap.

Sesampainya di rumah, Lien kaget melihat seekor kelinci menggantung di pagar rumahnya dalam keadaan tak bernyawa. Lien heran. Itu mirip sekali dengan kelinci yang di lihatnya di hutan tadi. Tanpa berpikir panjang lagi, Lien mengambilnya dan membawanya ke dalam.

Lien memperlihatkan kelinci yang di temukan di luar tadi kepada ayahnya.

" Ayah yang menangkapnya ? " tanya Lien sambil menenteng Kelinci itu di depan wajah ayahnya.

Ayahnya kaget lalu Dia menggeleng.

" Lalu bagaimana dia mati dan tersangkut di pagar rumah kita ? " Lien bergumam heran.

Sementara itu Rohi bersembunyi di belakang rumah sambil menguping pembicaraan Lien dan Ayahnya . Sesekali ayah dan anak itu bercanda dan suara ketawa mereka memekik memecah kesunyian malam.

Pelan-pelan Rohi mengambil langkah seiring wujud serigalanya mengubah struktur tubuhnya. Ia berlari menuju hutan dan menghilang dalam kegelapan malam.

*BERSAMBUNG KE PART 3….*


Semoga Bermanfaat
“ Tinggalkan Sebuah Komentar Anda Berupa Kritik/Saran Yang Bersifat Membangun”

Wassalam

Post a Comment Blogger

 
Top